Rangkuman1-7
Konsep Sehat Sakit Menurut WHO
Pada pengkajian seringkali perawat hanya memusatkan
perhatian pada aspek fisiknya atau biologisnya saja atau juga psikisnya,
sehingga asuhan keperawatan secara konprehensif tidak tercapai secara baik.
Maka dari itu perlunya perawat untuk membekali baik ilmu maupun
pengalaman-pengalaman yang akan didapatnya. Sehingga respon klien dapat terkaji
lebih dalam dengan tujuan mengenal dan menentukan masalahnya atau kebutuhannya
sebagai klien yang harus diutamakan.
SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHTAN MENTAL
Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani, kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan mental) (Yusak Burhanuddin, 1999: 9).
Tujuan Mempelajari Kesehatan
Mental
Menurut Kartini Kartono dan Jenny Andari mental
hygien (kesehatan
mental) ialah ilmu yang bertujuan :
1. Memiliki dan membina jiwa yang sehat
2. Berusaha mencegah timbulnya kepatahan jiwa (mental
breakdown),
mencegah berkembangnya macam-macam penyakit mental
dan sebab
musabab timbulnya penyakit tersebut
Teori Kepribadian Sehat
Perbedaan antara aliran psikoanalisa, behavioristik, dan
humanistik :
1. Aliran Psikoanalisa
Teori kepribadian dengan pendekatan psikodinamika sangat dipengaruhi oleh Sigmund Freud (1856-1939), Bapak Psikoanalisa yang sangat terkenal. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, masa lalu, analisis mimpi (jalan istimewa menuju ketidaksadaran), dan juga alam bawah sadar, yang tersusun dari 3 sistem pokok yaitu : id, ego, dan superego. Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu :
a). Tingkat sadar atau kesadaran (conscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir, persepsi, dan lain-lain.
b). Tingkat prasadar (preconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari, dan lain-lain.
c). Tingkat tidak disadari (unconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral, pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional, dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan lain-lain.
2. Aliran Behavioristik
Teori kepribadian behaviristik bertolak dari dan menekankan pengaruh lingkungan atau keadaan situasional terhadap perilaku. Tokoh-tokohnya adalah Rotter, Dollard, Miller, dan Bandura. Para ahli tarsebut berpendapat bahwa perilaku merupakan hasil interaksi yang terus menerus antara variable-variabel pribadi dengan lingkungan. Dengan demikian individu dan situasi saling mempengaruhi.
Teori belajar yang dianut oleh Dollard dan Miller menekankan pada konsep kebiasaan. Kebiasaan adalah pertautan atau asosiasi antara suatu stimulus (isyarat) dan suatu respons. Asosiasi-asosiasi atau kebiasaan-kebiasaan yang dipelajari tidah hanya terbentik dari stimulus-stimulus eksternal dan respon-respon terbuka, tetapi juga antara stimulus-stimulus dan respon-respon internal.
3. Aliran Humanistik
Aliran humanistik memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang membedakan menusia dengan binatang, yaitu kebebasan untuk memilih (freedom for choice) dan kemampuan untuk mengarahkan pekembangannya sendiri (self-direction). Banyak ahli menyebut teori tersebut sebagai “self-theorities” karena teori-teori tersebut membahas pengalaman-pengalaman batin, pribadi, yang berpengaruh terhadap proses pendewasaan diri seseorang, dan pertumbuhan itu diarahkan pada aktualisasi diri. Tokoh-tokoh utama pendekatan ini adalah Carl Rogers dan Abraham Maslow.
PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan
istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa
penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:
penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk
konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan
(mastery)
PENGERTIAN PERTUMBUHAN
PERSONAL
Manusia merupakan makhluk individu. Manusia disebut
sebagai individu apabila tingkah lakunya spesifik atau menggambarkan dirinya
sendiri dan bukan bertingkah laku secara umum atau seperti orang lain.
Pengertian Stress
Stress
adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental.
Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan
stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan
gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk
ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan
stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stress juga dapat diartikan sebagai:
- Stimulus, yaitu stress merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress atau disebut juga dengan stressor.
- Respon, yaitu stress merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stress. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung.
Hubungan Interpersonal
ada
beberapa teori hubungan interpersonal. Berdasarkan teori dari Coleman dan
Hammen, Jalaluddin Rakhmat (1998) dalam Suranto (2011) ada tiga buah teori atau
model hubungan interpersonal, yaitu: teori pertukaran sosial, teori peranan dan
teori penetrasi sosial.
Simak dulu pendapat Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and relationship educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan
dalam kehidupan perkawinan. Hubungan dalam pernikahan bisa berkembang dalam
tahapan yang bisa diduga sebelumnya. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap
berikut memang tidak terjadi secara mencolok dan tak memiliki patokan batas
waktu yang pasti. Bisa jadi antara pasangan suami-istri, yang satu dengan
yang lain, memiliki waktu berbeda saat menghadapi dan melalui tahapannya. Namun
anda dan pasangan dapat saling merasakannya.
Meningkatkan
kualitas hubungan antarpribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong
terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan, keluarga, dan kolega. Hal ini
disebabkan pihak-pihak yang saling berkomunikasi merasakan memperoleh manfaat
dari komunikasi itu, sehingga merasa perlu untuk memelihara hubungan
antarpribadi. Seringkali orang tidak menyadari pentingnya masalah interaksi
antarmanusia, karena sebagian orang beranggapan bahwa yang terpenting adalah
modal kekuasaan dan modal material. Kalau dua modal itu berada ditangan,
dikiranya segala urusan menjadi lancar dan berpihak kepadanya.
Cinta dan Perkawinan
Pengertian Cinta
Pengertian
cinta itu sendiri sulit dibedakan batasan ataupun
pengertiannya, karena cinta merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang
dimiliki individu. Dan sifatnyapun subyektif sehingga setiap individu akan
mempunyai makna yang berbeda tergantung pada penghayatan serta pengalamannya.
Hubungan Dalam Perkawinan
Pekerjaan dan Waktu luang
Mengubah sikap dalam
pekerjaan
Pekerjaan bisa menjadi sesuatu yang monoton dan membosankan,
jika Anda tidak memiliki yang namanya passion atau gairah. Bekerja seharusnya
tidak hanya tentang menerima gaji, karena pekerjaan yang tidak memuaskan dapat
menyebabkan kegelisahan, depresi dan masalah fisik. Menemukan gairah dalam
pekerjaan atau karir tentu bukan hal yang mustahil.
NILAI PEKERJAAN
1.
Definisi
Nilai pekerjaan adalah bahwa nilai dari apa yang kita kerjakan sebenarnya
sangat bergantung kepada cara berpikir kita terhadap pekerjaan itu. Sekecil
apapun pekerjaan yang kita lakukan, jika kita memahami bahwa pekerjaan itu
adalah bagian dari sebuah perencanaan besar, atau bahwa pekerjaan itu adalah
proses menuju terwujudnya sesuatu yang besar, maka tidak akan ada lagi perasaan
kecil dalam hati kita ketika mengerjakan pekerjaan itu.
Bagaimana
menggunakan waktu luang secara positif
Memanfaatkan waktu luang
dengan positiv sangat banyak caranya seperti kita berkarya seperti
membuat kerajinan seni atau bermusik ,kita juga dapat mengisi waktu
luang kita dengan hal positiv seperti beribadah bahakan kita bisa
berfikir untuk membuka usaha walaupun kecil-kecilan di waktu luang kita
kadang manusia terlalu sering mengisi waktu luangnya hanya dalam sebuah
pemikiran dangkal seperti melakukan kesenangan sesaat yang nantinya
justru dapat merugikan dalam jangka waktu yang panjang..
Resensi :
http://www.caraalami.net/konsep-sehat-sakit-menurut-who/
http://kmjppb.wordpress.com/2011/10/15/sejarah-pergerakan-kesehatan-mental/
http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/10/jtptiain-gdl-s1-2005-tatikharya-497-BAB2_410-0.pdf
http://mushikutsuka.blogspot.com/2011/04/teori-kepribadian-sehat.html
http://smileandsprit.blogspot.com/2011/03/penyesuaian-diri-pertumbuhan-personal.html
http://belajarpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri/
http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html
http://www.te2n.com/pengertian-stress
http://www.psychologymania.com/2013/04/teori-hubungan-interpersonal.html
http://www.psychologymania.com/2013/04/efektivitas-komunikasi-interpersonal.htm
http://belajarpsikologi.com/memahami-makna-cinta/
http://id.wikipedia.org/wiki/Perkawinan
http://lokernez.blogspot.com/2013/02/tips-mencari-pasangan-hidup.html
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/keluarga/psikologi/lima.tahap.dalam.perkawinan/001/007/140/1/1
http://www.konsultasisyariah.com/cara-rujuk-setelah-talak-tiga/#axzz2VIjIsDrF
http://achie-ibnu-yazid.id-fb.com/2012/06/ingin-tahu-ada-apa-dibalik-pernikahan.html
Wexley, Kenneth N. & Gary A. Yukl, Organizational Behavior and Personnel Psychology, Richard D. Irwin Inc., 1977
Yusuf,S. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset
Smeltzer bare, 2002, Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner & studdarth edisi 8 , EGC, Jakarta.
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.
http://www.caraalami.net/konsep-sehat-sakit-menurut-who/
http://kmjppb.wordpress.com/2011/10/15/sejarah-pergerakan-kesehatan-mental/
http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/10/jtptiain-gdl-s1-2005-tatikharya-497-BAB2_410-0.pdf
http://mushikutsuka.blogspot.com/2011/04/teori-kepribadian-sehat.html
http://smileandsprit.blogspot.com/2011/03/penyesuaian-diri-pertumbuhan-personal.html
http://belajarpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri/
http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html
http://www.te2n.com/pengertian-stress
http://www.psychologymania.com/2013/04/teori-hubungan-interpersonal.html
http://www.psychologymania.com/2013/04/efektivitas-komunikasi-interpersonal.htm
http://belajarpsikologi.com/memahami-makna-cinta/
http://id.wikipedia.org/wiki/Perkawinan
http://lokernez.blogspot.com/2013/02/tips-mencari-pasangan-hidup.html
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/keluarga/psikologi/lima.tahap.dalam.perkawinan/001/007/140/1/1
http://www.konsultasisyariah.com/cara-rujuk-setelah-talak-tiga/#axzz2VIjIsDrF
http://achie-ibnu-yazid.id-fb.com/2012/06/ingin-tahu-ada-apa-dibalik-pernikahan.html
Wexley, Kenneth N. & Gary A. Yukl, Organizational Behavior and Personnel Psychology, Richard D. Irwin Inc., 1977
Yusuf,S. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset
Smeltzer bare, 2002, Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner & studdarth edisi 8 , EGC, Jakarta.
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.