Komunikasi dalam manajemen
Komunikasi Efektif dalam Organisasi
Sebagai orang nomor satu
dalam organisasi yang Anda pimpin—atau posisi apapun yang Anda duduki di
dalamnya—komunikasi selalu memainkan peran yang paling menentukan terhadap
kehidupan organisasi secara keseluruhan. Seringkali organisasi mengalami
kegagalan dalam mencapai tujuan disebabkan oleh faktor komunikasi yang tidak
efektif. Perintah dari seorang pemimpin yang pada hakikatnya adalah komunikasi
seringkali menjadi tidak jelas dan sulit diimplementasikan karena komunikasi
yang dijalankan tidak efektif.
Komunikasi yang sulit
dipahami—untuk kemudian diimplementasikan dalam program organisasi—tentu bukan
masalah baru. Sejak lama, orang merumuskan bagaimana agar komunikasi sebagai
sebuah hubungan timbal-balik, tidak hanya memainkan peran sebagai pengiriman
pesan kepada pihak lain, tetapi juga menjadi perekat yang bersifat
sosio-psikologis, terlebih dalam sebuah organisasi yang menghendaki kerjasama
yang sinergis.
Diantara semua masalah yang
muncul, disiplin komunikasi menerjemahkan gejala tersebut sebagaimiscommunication (kekeliruan dalam komunikasi) sehingga
proses komunikasi tidak dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan. Dengan kata
lain, tidak efektif atau terhambat.
Conor Hanaway dan Gabriel
Hunt yang keduanya adalah pakar dan konsultan manajemen pada beberapa
organisasi profit besar di dunia mencatat hambatan-hambatan komunikasi[1] yang
biasa terjadi dalam organisasi sebagai berikut:
1.
Bahasa
Jika Anda menginginkan
komunikasi yang sukses, pengirim pesan harus mempersiapkan pesan dalam bahasa
penerima pesan. Laporan ilmiah yang sangat teknis tidak akan mempengaruhi kaum
profesional dari bidang lain untuk melakukan tindakan.
1.
Kebisingan
Istilah “kebisingan” (noise) mengacu pada semua hal
yang mengganggu atau memperburuk komunikasi dalam organisasi. Misalnya, pesan
Anda mengalami “bentrok” dengan pesan lain yang sama-sama harus diperhatikan.
Jika si penerima mendapatkan banyak sekali memo setiap harinya, Anda harus
memikirkan cara lain untuk mengirimkan pesan Anda.
1.
c. Terlalu bertele-tele
Hindari gaya militer yang
berlapis-lapis. Gunakan sesedikit mungkin tahap dalam komunikasi Anda. Pembuka
adalah penting, namun hendaknya jangan sampai membuat Anda menjadi lupa
terhadap inti pesan yang ingin Anda sampaikan sehingga penerima mengalami
kesulitan dalam mengidentifikasi pesan.
1.
d. Kesulitan mendengar
Ada banyak sekali kesulitan
mendengar di pihak penerima. Tekanan kerja, masalah pribadi, prioritas lain
atau kelebihan komunikasi merupakan penyebab munculnya kesulitan mendengarkan.
1.
e. Ketidakpercayaan
Ada banyak alasan mengapa
pihak penerima tidak percaya dan bersikap sinis terhadap suatu komunikasi.
Sebagian rasa tidak percaya tersebut bisa jadi disebabkan oleh pihak
pengirim—misalnya, jika Anda menandai semua surat Anda, “penting”, atau jika
Anda tidak begitu terbuka dalam komunikasi sebelumnya.
1.
f. Emosi
Emosi mempengaruhi
komunikasi dalam, setidaknya, dua cara. Pertama, situasi yang sarat emosi dapat
menyebabkan terjadinya banyak ebisingan yang menyebabkan penyimpangan
komunikasi. Kedua, cara paling efektif untuk membuat seseorang melakukan
tindakan adalah melalui emosi mereka.
1.
g. Lingkaran umpan-balik
Tidak adanya lingkaran
umpan-balik membuat pihak pengirim tidak yakin bahwa pesan telah sepenuhnya
dimengerti
Berbagai hambatan komunikasi
di atas tentu saja menyadarkan kita agar komunikasi yang dibangun—terlebih
dalam konteks organisasi—hendaknya dilangsungkan secara efektif. Secara
praktis, komunikasi efektif dapat dipahami sebagai fenomena terbalik dari
gejala-gejala di atas tadi, yakni terciptanya sebuah interaksi yang saling
memahami maksud pesan dari masing-masing arah yang pada tujuan akhirnya mampu
mentransmisi dan mentransfer gagasan melalui peramuan pesan sebaik mungkin.
Suatu hubungan komunikasi yang terjadi di
dalam suatu organisasi sangat penting dan dibutuhkan karena dengan adanya
komunikasi maka ta sebagai manusia bisa berhubungan dengan orang lain dan
saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan kita maupun seseorang dalam
bekerja atau menjalani kehidupan sehari-harinya.
Maka untuk membina hubungan kerja antar
pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara
lebih terperinci dan mendalam mengenai pekerjaan yang dijalani.
Dalam hal ini, perlu ada yang menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi yang harus di pertimbangkan terlebih dahulu, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Di sisi lain, akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang agak sulit dijalankan. Berikut ini merupakan tahapannya :
I. IDE (gagasan) : Pengirim
Dalam hal ini, perlu ada yang menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi yang harus di pertimbangkan terlebih dahulu, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Di sisi lain, akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang agak sulit dijalankan. Berikut ini merupakan tahapannya :
I. IDE (gagasan) : Pengirim
2. PERUMUSAN : Ide si Pengirim disampaikan
dalam kata-kata.
3. PENYALURAN (transmitting) : Lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat.
4. TINDAKAN : Perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
5. PENGERTIAN : Kata-kata si Pengirim yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si Penerima.
6. PENERIMAAN : Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
3. PENYALURAN (transmitting) : Lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat.
4. TINDAKAN : Perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
5. PENGERTIAN : Kata-kata si Pengirim yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si Penerima.
6. PENERIMAAN : Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
Dalam membina kerja sama dalam kelompok
inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi
kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI
Dalam proses
organisasi tidaklah selalu mulus, tentunya akan banyak terjadi
hambatan-hambatan pada perjalanananya. Hambatan yang sering muncul adalah
hambatan komunikasi, karena komunikasi adalah
kunci utama dalam
kesuksesan organisasi mengingat banyaknya orang yang terlibat didalammnya.
Hambatan tersebut tentunya bukan menjadi suatu pengganjal dalam organisasi
karena semua hambatan pastinya dapat diselesaikan dengan baik dan tepat.
Berikut ini adalah macam-macam hambatan dalam organisasi yaitu :
Hambatan dari
Proses Komunikasi yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan informasi
yang akan disampaikan.
Hambatan Fisik
yaitu hambatan yang terjadi akibat ada gangguan cuaca, gangguan sinyal, dsb
Hambatan Semantik
yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit mengenai bahasa dan
istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan
Hambatan Psikologis
yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaaan dari si pengirim
pesan atau penerima pesan sengingga mengakibatkan informasi tersebut mengalami
perubahan
Hambatan Manusiawi
yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu
dalam menyikapi informasi atau pesan
Hambatan
Organisasional yaitu tingkat hirarkhi, wewenang manajerial dan spesialisasi
yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan
mengalami kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang
berbeda yang mengakibatkan sebuah hambatan.
Hambatan-hambatan
Antar Pribadi yaitu hambatan yang timbul antar pribadi didalam sebuah
organisasi, biasanya hambatan ini muncul karena adanya salah paham antar
pribadi yang menyangkut masalah tugas dan wewenang dari orang yang ada dalam
organisasi.
Dari berbagai hambatan
tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi itu tidak mudah dan
memerlukan jalan yang sangat panjang untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam
organisasi dan dalam aktivitas lainnya.Tetapi hambatan tersebut bukanlah
menjadi satu-satunya penghambat dalam organisasi. Untuk memecahkan masalah
hambatan tersebut diatas berikut ini diurakian cara mengatasi hambatan
komunikasi :
Memberikan umpan
balik atau Feed Back yaitu memberikan kesempatan pada seseorang untuk
menyampaikan informasi dan gagasannya sehingga tercipta komunikasi 2 (dua) arah
Mengenai si
penerima berita yaitu mengenali latar belakang , pendidikan serta kondisi
penerima pesan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mudah
dimengerti oleh si penerima pesan.
Susunlah secara
terperinci apa, dan kapan informasi tersebut harus disampaikan dan kepada siapa
informasi tersebut akan disampaikan.
Daftar Pustaka :