A. Pengertian Organizing atau Pengorganisasian :
Istilah organisasi mempunyai dua
arti umum, Pertama, mengacu pada suatu lembaga (institution) atau kelompok
fungsional, sebagai contoh kita mengacu pada perusahaan, badan pemerintah,
rumah sakit, atau suatu perkumpulan olahraga. Arti kedua mengacu pada proses
pengorganisasian, sebagai salah satu fungsi manajemen.
Pengorganisasian (organizing)
adalah tindakan menata ulang elemen berikut satu atau lebih aturan . Dan juga
merupakan suatu cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan diantara
para anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien
(Stoner, 1996). Sedangkan T Hani Handoko (1999) memberikan pengertian
pengorganisasian adalah proses penyusunan stuktur organisasi yang sesuai dengan
tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupnya.
Organisasi adalah kelompok
masyarakat sering mencoba untuk mengatur beberapa subjek tertentu, seperti isu
politik. Jadi, bahkan ketika mengorganisir dapat dipandang sebagai definisi
sederhana, bisa mendapatkan serumit mengorganisir informasi dunia.
* Sejarah :
Secara historis, umat manusia
selalu mencoba untuk mengatur dirinya sendiri. Penyelenggaraan informasi dapat
dilihat sejak manusia waktu mulai menulis. Sebelum itu, sejarah ini diturunkan
melalui lagu dan kata. Baik itu dengan agama, buku dan kata yang diucapkan,
ilmu pengetahuan, melalui jurnal dan studi, atau dengan cara lain,
pengorganisasian tidak hanya sejarah, tetapi juga membantu berkomunikasi
sejarah. Menulis ide dalam sebuah buku, sebagai lawan berkomunikasi secara
lisan dengan seseorang, dan lebih khusus lagi katalogisasi ide dan pikiran,
juga merupakan upaya untuk mengorganisir informasi.
* Sifat Organisasi :
Berikut ini adalah karakteristik
penting dari organisasi :
Pembagian kerja atau spesialisasi
: Filosofi seluruh organisasi tergantung pada konsep spesialisasi. Dalam
spesialisasi, berbagai kegiatan yang ditugaskan kepada orang yang berbeda yang
spesialis di daerah itu. Spesialisasi meningkatkan efisiensi. Dengan demikian,
organisasi membantu dalam pembagian kerja dan tugas menetapkan bagi orang yang
berbeda.
Orientasi ke arah tujuan : Setiap
organisasi memiliki tujuan sendiri dan tujuan. Pengorganisasian adalah fungsi
yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi secara menyeluruh. Organisasi
harmoni tujuan individu karyawan dengan tujuan keseluruhan perusahaan.
Komposisi individu dan kelompok :
Individu membentuk sebuah kelompok dan membentuk kelompok organisasi. Dengan
demikian, organisasi adalah komposisi individu dan kelompok. Individu
dikelompokkan ke dalam departemen dan pekerjaan mereka terkoordinasi dan
diarahkan ke tujuan organisasi.
Proses terus menerus : Sebuah
organisasi adalah sekelompok orang dengan hubungan pasti satu sama lain yang
memungkinkan mereka untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi. Hubungan ini
tidak datang untuk mengakhiri setelah menyelesaikan tugas. Organisasi merupakan
suatu proses yang tidak pernah berakhir.
* Proses Pengorganisasian
Menurut Stoner (1996)
langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri dari 5 lagkah, yaitu
:
Merinci seluruh pekerjaan yang
harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
Membagi beban kerja kedalam
kegiatan-kegiatan secara logis dan memadai dapat oleh seseorang atau oleh
sekelompok orang.
Mengkombinasi pekerjaan anggota
perusahaan dengan cara yang logis dan efisien.
Penetapan mekanisme untuk
mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang
harmonis.
Memantau efektivitas organisasi
dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau
meningkatkan efektivitas.
Menurut T Hani Handoko (1999)
proses pengorganisasian dapat ditunjukan dengan 3 langkah prosedur,
yaitu:
Perincian seluruh kegiatan yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Pembagian beban pekerjaan total
menjadi kegiatan-kegiatan secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang.
Pembagian kerja ini sebaiknya tidak terjalu berat juga dan juga tidak terlalu
ringan.
Penggadaan dan pengembangan suatu
mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi
kesatuan yang terpadu dan harmonis.
* Tujuan Organisasi
Membantu untuk mencapai tujuan
organisasi : Organisasi digunakan untuk mencapai tujuan keseluruhan. Organisasi
memfokuskan perhatian tujuan individu terhadap tujuan keseluruhan.
Penggunaan optimum sumber daya :
Untuk membuat optimal penggunaan sumber daya seperti manusia, material, mesin
uang, dan metode, perlu untuk merancang organisasi dengan benar. Pekerjaan
harus dibagi dan orang yang tepat harus diberikan pekerjaan yang tepat untuk
mengurangi pemborosan sumber daya dalam suatu organisasi.
Untuk melakukan fungsi manajerial
: Perencanaan, Pengorganisasian, Personalia, Mengarahkan dan Pengendalian tidak
bisa dilaksanakan tanpa organisasi yang tepat.
Memfasilitasi pertumbuhan dan
diversifikasi : Struktur organisasi yang baik sangat penting untuk memperluas
kegiatan usaha. Struktur Organisasi menentukan sumber daya input yang
dibutuhkan untuk perluasan kegiatan usaha yang sama organisasi sangat penting
untuk diversifikasi produk seperti membentuk lini produk baru.
Manusia pengobatan karyawan :
Organisasi harus beroperasi untuk kemajuan karyawan yang tidak harus mendorong
kebosanan kerja karena tingkat spesialisasi yang lebih tinggi. Sekarang,
organisasi telah mengadaptasi konsep modern dari sistem pendekatan yang
didasarkan pada hubungan manusia dan membuang produktivitas tradisional dan
pendekatan spesialisasi.
* Prinsip - prinsip
pengorganisasian :
Pengorganisasian dimaksudkan agar
masing-masing unit menyadari kedudukan, fungsi, wewenang, dan tanggung
jawabnya. Mereka bersatu dalam satu wadah bersama untuk bekerja sama demi
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Agar pengorganisasian dapat
berlangsung dengan baik, dan mencapai tujuan bersama dalam tata kerja yang
baik. Maka perlu diingatkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
Masing-masing unit mempunyai
kesadaran tinggi untuk sanggup menerima tujuan yang telah ditetapkan sehingga
semua kegiatan setiap unit diarahkan ke tujuan bersama itu.
Pembagian organisasi ke dalam
bidang atau unit harus diatur sedemikian pas sehingga tidak ada unit atau lebih
yang mempunyai tugas yang sama.
Pembuatan stuktur Organisasi
harus menggambarkan adanya satu perintah, adanya keseimbangan tugas antara unit
dan sebagai dampak. Adanya kesederhanaan wewenang dan tanggung jawab agar
mengurangi "span of control".
Stuktur organisasi harus
sederhana agar jalur kerja dan jalur hubungan dapat nampak jelas dan tidak
terlalu bayak orang yang terlibat dalam tanggung jawab. Keterlibatan orang yang
terlalu akan menghambat kerja dan merupakan suatu pemborosan.
* Manajemen dalam
pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing)
dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan
yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan
pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas
yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara
menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya,
bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas
tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
B. Definisi Struktur Pengorganisasian
Struktur Organisasi adalah suatu
susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu
organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk
mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan
kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan
aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus
menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
Robbins (2003) memberikan
definisi atau pengertian struktur organisasi sebagai pola hubungan diantara
posisi-posisi dalam organisasi dan anggota-anggota dalam organisasi.
Mullins (1993) memberikan
definisi atau pengertian struktur organisasi sebagai pekerjaan dan tanggung
jawab, aturan kerjadan hubungan serta jalur komunikasi. Mullin (1993)
mengatakan bahwa pembentukkan struktur organisasi dappat membagi pekerjaan di
antara anggota-anggota organisasi dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas
yang dilakukan sehingga semua anggota organisasi dapat diarahkan untuk mencapai
tujuan.
Wagner III dan Hollenbeck (1995)
memberikan definisi dan pengertian struktur organisasi sebagai jaringan yang
relatif stabil dari hubungan antara personel dan tugas yang membentuk sebuah
organisasi
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar